Grace 1: AS rilis surat penyitaan kapal tanker Iran yang pernah disita marinir Inggris


Hak atas foto
Reuters

Image caption

Grace 1, yang membuang jangkar di Selat Gibraltar, mengangkut minyak sebanyak 2,1 juta barel.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah merilis surat penyitaan kapal tanker minyak Iran, sehari setelah Mahkamah Agung Gibraltar memerintahkan agar kapal tersebut dilepaskan.

Departemen Kehakiman AS sempat mengajukan permintaan agar Gibraltar tetap menyita Grace 1. Namun menurut Hakim Agung Anthony Dudley, permohonan resmi dari AS belum diterima pengadilan.

Kapal supertanker Grace 1, yang mengangkut 2,1 juta barel minyak, ditahan pada 4 Juli lalu atas dugaan membawa minyak secara ilegal ke Suriah.

Kala itu, penyitaan dilakukan sejumlah personel marinir Inggris yang diterbangkan dari Inggris.

Iran menyebut penahanan Grace 1 sebagai “penghadangan ilegal”.

Dua pekan setelah Grace 1 ditahan, pada 19 Juli, Iran menyita kapal tanker Stena Impero yang berbendera Inggris di Selat Hormuz.

Meski Iran mengklaim kapal itu melanggar “aturan-aturan maritime internasional”, penyitaan Stena Impero diyakini sebagai aksi balasan.

Hak atas foto
Erwin Willemse

Image caption

Dua pekan setelah Grace 1 ditahan, pada 19 Juli, Iran menyita kapal tanker Stena Impero yang berbendera Inggris di Selat Hormuz.

Apa yang dikatakan AS?

Washington mengklaim dapat menyita Grace 1 dan semua minyak yang diangkut, berdasarkan dugaan pelanggaran-pelanggaran penipuan perbankan, pencucian uang, dan terorisme sebagaimana diatur Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional

Surat Departemen Kehakiman AS juga memerintahkan penyitaan US$995.000 (Rp14,1 miliar) dari sebuah rekening di bank AS yang terkait Paradise Global Trading LLC—perusahaan yang diklaim AS punya keterkaitan dengan beragam perusahaan yang bertindak untuk Garda Revolusioner Iran.

AS menggolongkan Garda Revolusioner Iran sebagai organisasi teroris asing.

Apa yang terjadi di Gibraltar?

Pemerintah Gibraltar mengatakan telah menerima jaminan dari Iran bahwa Grace 1 tidak akan berlayar ke negara-negara yang dikenai sanksi-sanksi Uni Eropa, termasuk Suriah.

Fabian Picardo, pejabat tertinggi teritori Inggris itu menambahkan, “Kami telah membatasi minyak mentah untuk rezim Assad di Suriah dengan nilai lebih dari US$140 juta.”

Setelah hakim memerintahkan pembebasan tanker tersebut, Picardo mengatakan kepada BBC bahwa kapal tersebut akan dapat bertolak setelah urusan logistik rampung. “Bisa hari ini, bisa juga besok.”

Baik pemerintah Inggris maupun Gibraltar tidak merespons surat penyitaan dari pemerintah AS.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *